Kamis, 14 Februari 2013

Sisa-Sisa Bangunan Kraton Parsanga


Buka file-buka file dan buka file lagi, tak sengaja saya kepethuk dengan foto yang satu ini, foto ini sebenarnya adalah foto materi yang pernah saya tampilkan beberapa bulan lalu di forum komunitas "Songennep Tempo Doeloe" .

Objek yang saya rekam kali ini bukanlah sebuah objek yang asing lagi buat para pembaca sekalian, ini adalah salah satu bangunan cagar budaya yang terselip dan tak pernah terlihat oleh segelintir aparat pemerintah yang matanya sedikit kelilip. 

Ya !!! anda betul, ini adalah sisa salah satu sisa bangunan dari Karaton Sumenep semasa Pangeran Sumenep atau lebih popular dengan sebutan Pangeran Secadiningrat V  yang berkuasa atas wilayah Kadipaten Sumenep dan sebagian wilayah Pamekasan pada abad 15 atau pada akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit. 

Bangunan ini saya potret sekitar satu tahun yang lalu tepatnya sekitar seminggu setelah lebaran hari raya idul fitri. Saya potret bangunan ini bersama kawan-kawan tim Sepoloe sepulang dari penelitain kecil-kecilan di pelosok desa Lapataman Kecamatan Dungkek.

Karaton Parsanga, jika dilihat dari peninggalan Arsitekturalnya, yang saat ini hanya tinggal puing pintu gerbangnya saja, kesimpulan pertama kali yang saya utarakan bahwa sisa bangunan karaton ini sangat glamour ataumewah. Hal tersebut saya lihat dari beberapa ornamennya yang cenderungngejelimet dan cenderung berukir, bayangkan saja abad 15, diwilayah terpencil seperti Sumenep dan merupakan kerajaan bawahan dari Majapahit bangunan pintu gerbangnya saja sudah menerapkan keindahan-keindahan dalam ber-arsitektur, belum lagi arsitektur bangunan utama Karatonnya yang sebagian besar terbuat dari papan-papan kayu.
*Lihat !! Betapa tidak terwatnya bangunan cagar budaya ini, 
lebih-lebih aparat pemerintah yang cenderung melupakan situs yang telah berdiri ber-abad-abad lalu.

Jika diamati lebih dalam lagi, pola yang diterapkan dalam pembangunan pintu gerbangnya ini, polanya asimetris dan seimbang, lihat saja kedua sisinya sama persis dan seimbang. Jarak antar bangunannya setara dengan lebar jalan raya didepannya.

*Lihat !! Kepala Kolomnya cenderung menyerupai kepala kolom ionic 
Ornamen yang terdapat pada masing-masing kolom sekilas mirip-mirip dengan kepala kolom ionic yang banyak kita temui pada arsitektur eropa.Kepala kolom inilah yang membuat kesan menjadi feminim dan terlihat cantik dan mewah. Jika tidak teliti dalam mengamatinya, pasti setiap orang mengira bahwa bangunan semacam ini adala pengaruh dari eropa, padahal jika diputar lorong waktunya bangunan sisa Karaton Sumenep ini dibangun pada abad  awal abad 15 sebelum VOC bertandang kewilayah nusantara. 

Sayang sekali, bangunan semewah dan bersejarah ini, tak ada yang mempedulikan, lebih-lebih aparat pemerintahannya, cenderung acuh tak acuh mengurusi bangunan cagar budaya seperti ini, yang terpikir hanya kekuarangan anggaran dan tak pernah menganggarkan. 

Terbesit dipikiran dan ide saya, bagaimana bangunan bersejarah ini kelak bisa bercahaya dan tak redup lagi layaknya bangunan lain disekitarnya, saya pun berharap kelak komunitas yang saya komandoi ini bisa a jhung-rojhungdengan pihak lain merawat dan membesarkan benda cagar budaya ini, entah menjadikannya sebagai mini park, tetengger, atapun hanya sebabatas mengecatnya kembali. semoga :)

1 komentar:

  1. Yang Terhormat kepada pemilik blog Sumenepberbagiilmu.blogspot.com, Mas Fian.

    Mohon pengertiaanya jika anda menyadur, mencopy ataupun yang sejenisnya, usahakan untuk mencantumkan sumber tulisan atau link yang anda copy tersebut,itung-itung untuk menghargai hak karya cipta dari sang penulis.

    Tulisan diatas merupakan tulisan saya pribadi, alangkah baiknya jika anda meminta izinterlebih dahulu atau mencantumkan link yang anda tampilkan dalam blog ini.

    Saya sangat mengapresiasi blog yang anda miliki, terima kasih sudah memuattulisan saya diatas. Mohon maaf sebelumnya, salam kenal dari Alalabang.blogspot.com

    BalasHapus