Kamis, 01 Desember 2011

Ada Goa Bekas "Rumah" Manusia Purba di Tulungagung

TULUNGAGUNG - Sebuah goa yang diduga pernah menjadi tempat hunian manusia masa lampau (manusia purba) ditemukan di sekitar pantai selatan Sine, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Oleh para nelayan setempat, temuan tersebut langsung dilaporkan ke institusi berwenang. Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah lobang dalam tanah yang diduga berkedalaman ratusan meter tersebut, merupakan “rumah” manusia purba, atau hanya sebuah goa tempat persembunyian tentara Jepang (Goa Jepang).

Sebab seperti diketahui, pascakalah dari tentara sekutu dan Indonesia menyatakan merdeka, tidak sedikit tentara Jepang yang memilih bersembunyi di goa-goa sambil membawa semua benda yang dianggap berharga.

“Yang pasti goa itu memang ada, meski kita belum bisa memastikan riwayat sejarahnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Tulungagung Heru Dwi Cahyono kepada wartawan, Selasa (1/11/2011).
Sudah sekira sebulan sejak ditemukan, goa yang berada di daerah pegunungan cadas bebatuan itu belum diapa-apakan. Secara geografis, lokasi goa misterius ini memang jauh dari jangkauan jalur nelayan. Berada di atas ketinggian kurang lebih 50 meter, dengan posisi mulut goa menghadap langsung ke arah laut. Laut atau pantai yang dimaksud adalah pantai Ngalur yang berbatasan langsung dengan pantai Sine.

“Diduga semakin ke dalam akan mendapati ruangan yang semakin besar. Namun perlengkapan kita untuk melakukan observasi ke dalam masih terbatas. Sebab semakin ke dalam cahaya semakin berurang,” terang Heru.

Mengenai dugaan sebagai goa tempat pelarian tentara Jepang berasal dari rumor yang berkembang di masyarakat nelayan. Sebab pada masa penjajahan, sepanjang pantai selatan, mulai Bendungan Niyama dan sekitarnya menjadi lokasi berlangsungnya praktik cultur stelsel (tanam paksa) romusha.

Namun tidak tertutup kemungkinan lokasi tersebut terkait erat dengan kehidupan manusia pra sejarah (purba). Hal itu mengingat di wilayah Kabupaten Tulungagung, terutama bagian selatan telah ditemukan situs Wajakensis. Yakni salah satu manusia purba tertua di pulau Jawa.

“Kita akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan semua ini. Sebab untuk kegiatan ini juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” pungkasnya.

Sementara itu sejumlah warga di Kecamatan Tanggunggunung mengkaitkan goa tersebut dengan peristiwa 1965. Pascaperistiwa G 30 S PKI, lobang alam yang memiliki “mulut” selebar manusia dewasa itu, diyakini menjadi tempat persembunyian orang-orang eks anggota PKI. “Kata para orang tua duu seperti itu. Tapi kebenaranya seperti apa, tentu perlu diteliti lebih serius,” ujar Suprapto, warga setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar